Senin, 13 Mei 2013

Mengenal Lebih Dekat Visi dan Misi Calon Legislatif #PemilwaUII


Muhtar Yogasara
(Calon Legislatif Universitas)
Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia


VISI
“Revitalisasi Peran dan Fungsi DPM UII Berbasis Intelektual Kreatif guna Meningkatkan Kontribusi bagi Kampus, Bangsa dan Negara”

MISI 
  • Memaksimalkan posisi daya tawar DPM UII dengan Rektorat dalam setiap pembuatan kebijakan maupun keputusan terkhusus yang menyangkut Kemahasiswaan 
  • Meningkatkan fungsi kontrol DPM UII dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh Lembaga dibawahnya 
  • Mengkordinasikan Kerjasama Lembaga dibawah DPM UII baik ditingkat Universitas maupun Fakultas 
  •  Memaksimalkan pembuatan Tim Kerja 
  •  Menginternalisasikan Nilai-Nilai Perjuangan sebagaimana Mahasiswa semestinya yang tercantum dalam Al-quran dan juga PDKM 
  •  Memaksimalkan fungsi Pengawasan dalam setiap pencairan Anggaran yang dikeluarkan DPM UII 
  •  Memaksimalkan kembali fungsi Legislasi DPM UII 
  •  Mengkordinasikan KM UII untuk secara bersama-sama memiliki sikap terhadap isu-isu baik di Internal Kampus maupun Eksternal (Nasional) 
  •  Meningkatkan fungsi Advokasi DPM UII serta berkordinasi dengan DPM F terkait pelanggaran Hak-Hak Mahasiswa 
  •  Memformulasikan secara bersama-sama dengan KM UII untuk suatu pola Perjuangan yang bersifat Kontinu dan Berkarakter 
  •  Mendorong Lembaga dibawah DPM UII untuk memiliki suatu Karya (karya Tulis, Seni dll ) untuk solusi terhadap permasalahan Kampus maupun Negara 
  •  Membuat gerakan penyadaran kepada Mahasiswa atas peranya sebagai Mahasiswa (agent of change, social control, iron stock dan Moral Force)



 PENJELASAN

"Saya terkesan dengan urgensi tindakan. Memahami tidaklah cukup, kita harus  mengaplikasikannya. Berharap tidaklah cukup, kita harus mewujudkannya"
Leonardo da Vinci

Visi dan Misi merupakan sebuah Gagasan yang umum dimiliki oleh orang kebanyakan, namun akan menjadi tidak umum jika Gagasan yang dituangkan dalam Visi dan Misi tersebut bisa terealisasikan atau terlaksanakan. Gagasan ini berangkat dari Hasil Pengamatan saya selaku Mahasiswa UII dan juga keresahan problematika yang terjadi di Kelembagaan Mahasiswa di kampus-kampus lain pada umumnya dan terkhusus dikampus kita Tercinta.

Melihat iklim kampus yang terjadi sekarang ini, khususnya di Kampus UII membuat saya prihatin dengan pembangunan pola pendidikan yang berkarakter, seperti apa yang dicita-citakan oleh kampus kita yakni ingin mencetak Mahasiswa yang memiliki karakter Ulil Albab dan dapat menjadi Rahmat bagi semua (Rahmatan Lil’alamin). Iklim pendidikan yang terbangun sekarang serba berlabel, yang membuat mahasiswa dibenturkan dengan realita pendidikan serba formalistik yakni mengejar Nilai dan cepat lulus untuk bekerja. Banyak faktor yang menentukan kenapa itu bisa terjadi, salah satunya melihat biaya pendidikan di Indonesia yang mahal membuat orang tua memaksa kita jangan berlama-lama di kampus. 

Ini tentunya mengakibatkan banyak mahasiswa yang pragmatis atau acuh tak acuh untuk berkiprah di dunia kelembagaan kampus sekarang ini yang pastinya memecah konsentrasi perkuliahan. Penjelasan ini bukan merupakan pencarian kesalahan siapa, namun ini adalah bentuk dari kesadaran saya dalam berfikir, tindakan saya atas suatu inisiatif dan saya tidak begitu mengkhawatirkan dengan teror akademik yang dibuat lewat kebijakan Kampus maupun Negara. 

Disinilah dituntut peran dari Kelembagaan Mahasiswa untuk menunjukan dan memberikan manfaatnya kepada mahasiswa sehingga mahasiswa menyadari betapa pentingnya lembaga dalam membentuk karakter baik dalam bentuk kesadaran kritis mahasiswa, daya analisis sosial dan lain-lain. 

Ibnu Khaldun dalam teori siklusnya mengatakan bahwa suatu peradaban itu akan mengalami masa kejayaan dan juga kemunduran itu merupakan sunnatullah. Begitu juga dengan Indonesia atau scope negara terkecil yakni Kampus kita juga bisa mengalami kemunduran, walaupun kampus tersebut mendapatkan Label Akreditasi A dan berbagai penghargaan namun Mahasiswa yang dicetak tidak memiliki keuungulan atau kopetensi yang matang. Tetapi, Kemunduran tersebut akan bisa diatasi atau bahkan bangkit lagi menjadi jaya apabila ada orang-orang yang kreatif yang masih peduli dengan kondisi suatu peradaban tersebut. Dalam hal ini Arnold Toynbee menyebutnya sebagai Creative Minority (Minoritas Kreatif). Minoritas kreatif tersebut tidak berfikiran seperti kebanyakan mayoritas karena mereka tidak lagi memikirkan untuk memajukan peradaban tersebut. Tetapi Minoritas Kreatif itu memikirkan sebuah gagasan untuk membuat yang mayoritas itu mengikuti gagasan si Minoritas yang memiliki daya fikir dan daya juang.

Bisa saya analogikan bahwa ini merupakan sebuah usaha untuk membuat iklim kampus, terkhusus iklim di UII untuk kembali kepada yang semestinya (Das Sollen). Melihat Romantisme sejarah Kelembagaan UII dengan konsep Student Govermentnya dan melahirkan Organisasi Pergerakan terbesar di Indonesia (HmI) yang dapat memberikan solusi terhadap kemjuan Negara, lewat Gagasan-Gagasan yang diproduksi pada waktu itu dan juga aktif mengkritisi kebijakan-kebijakan dikampus yang jauh dari Nilai yang diajarkan diruang Kuliah yakni Nilai Kebenaran dan Keadilan. Kembali ke gagasan yang saya canangkan, gagasan tersebut berangkat dari penjelasan yang telah saya paparkan sehingga perlu ada suatu iniasi atau paradigma bahwa sebenarnya Mahasiswa itu membutuh Lembaga untuk membentuk dan melatih Soft Skills Mahasiswa. Karena memang sekarang ini banyak negative opinion kepada lembaga dimana mahasiswa disuguhkan oleh peran kelembagaan yang kurang produktif dalam mengeluarkan gagasan atau ide terkait permasalahan yang ada baik ditingkatan Kampus dan Nasional, yang seharusnya bisa menjadi wacana Mahasiswa untuk berpendapat. Dan juga melihat kegiatan-kegiatan yang dibuat oleh lembaga bersifat stagnant yang belum maksimal dalam mengeluarkan inisiasi baru atau pola baru untuk merangkul kembali teman-teman Mahasiswa.

Oleh karena itu saya mengusung Visi untuk Memvitalkan kembali Peran dan Fungsi DPM UII berbasis Intelektual Kreatif, mengingat dari tahun ke tahun tidak ada capaian yang signifikan atau perubahan yang signifikan yang dihasilkan oleh Lembaga Kemahasiswaan. Baik dalam ranah perbaikan konsep Student Goverment, ranah praktik yakni komunikasi Lembaga dibawah DPM UII dan Kegiatan yang dihasilkan oleh Lembaga.

Menurut saya dengan Misi yang saya Canangkan insyaAllah itu sudah bisa menjadi titik awal pemberikan Kontribusi yang Positif bagi kemajuan Kampus, Bangsa dan Negara dan juga membuatkan kedudukan Lembaga Kemahasiswaan menjadi penting kembali yang pada akhirnya Mahasiswa mempunyai pandangan bahwa mereka membutuhkan keberadaan suatu Lembaga Kemahasiswaan. Namun saya pun mengharapkan Saran, Kritikan serta Masukan dari teman-teman Mahasiswa semua agar tujuan dari Politik itu tidak di reduksi hanya menjadi untuk mengincar sebuah kekuasaan melainkan bahwa tujuan Politik saya yakni untuk Kebaikan Bersama (Bonnum Commune).

“Sebuah Pengabdian kepada KM UII untuk Mengembalikan Ghirah Perjuangan Kampus Tercinta”

Muhtar Yogasara
Calon Legislatif Universitas


Sampaikan Aspirasi mu ke :
  • @Muhtaryogasara
  •  Muhtaryogasara.blogspot.com 
  •  08986664052 
  • 323D6BB9

Tidak ada komentar: